50 Juta Pengguna Akun Facebook Dibobol Kembali

Berita Terkini – Kurang lebih sebanyak 50 Juta Pengguna Akun Facebook Dibobol Kembali atau  diretas oleh sekelompok orang. Hingga berita ini diturunkan masih belum diketahui aparat setempat. Hal ini tentu saja mengingatkan kembali mengenai masa lalu, dimana Facebook berhasil di retas demi memenangkan pilpres USA beberapa tahun lalu.

 

 50 Juta Pengguna Akun Facebook Dibobol

 

Mengenai peretasan jejaring sosial kali ini. Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook, sudah memperkirakan atau meramalkan akan terjadi hal seperti ini lagi. Para Hacker ini sepertinya sudah mengetahui bahwasanya ada celah di bagian keamanan yang memang sudah ada sejak tahun lali. Pada kesempatan kali ini, salah satu staf kepercayaan dari beliau (Mark Zuckerberg) mengingatkan pengguna Instagram (Igres) dan Whatsapp untuk lebih waspada. Hal ini tentu saja dikarenakan kedua platfrom aplikasi tersebut merupakan salah satu anak usaha dari Facebook.

Bisa kita lihat dari tipe layanannya. Agaknya sinkronisasi antar pengguna Facebook dan Instagram tergolong lebih salling berdekatan. Jadi dampak resiko terbesar hampir mungkin pasti bisa dikatakan Akun Instagram lebih berbahanya bila dibandingkan dengan aplikasi smartphone.

50 Juta Pengguna Akun Facebook Dibobol

Pasalnya, Igers bisa masuk (Login) dengan hanya melalui facebook. Nah, jika akun facebook  yang  biasanya digunakan sehari – hari ternyata sudah teretas. Tidak menutup kemungkinan hacker tersebut juga bisa login ke dalam id Instagram . Skenario terburuk perihal kejadian 50 Juta Pengguna Akun Facebook Dibobol. Beberapa pendiri dari Facebook.com. Ingin dengan segera setidaknya memperbaiki celah pada bagian keamananya untuk dengan segera mengatasi problematika ini. Sumber Kompas.Tekno (Sabtu, 29/9/2018).

Beberapa aplikasi pihak ketiga tersebut, kurang lebih seperti platfrom Tinder, Uber, Gran dan tentunya masih banyak lagi perusahaan di bidang star up yang tergabung di dalam pengembangan dari sofware aplikasi tersebut Nah dengan di ijinkannya Facebook kembali di retas kembali oleh beberapa yang sangat berpengalaman di bidang ini. Sisi positif dari kejadian yang menimpa salah satu perusahaan gaming online kali ini akan mnenjadi pembelajaran yang sangat berharga.

Hingga berita ini telah disuratkan maunpun mungin betor sudah mendengar kisah seperti ini sudah sangat didengar. VP Product Management Guy Rosen memastikan belum ada bukti bawah peretas facebook juga turut menyerang instagram dan whatsapp. Akan tetapi beliau juga turut mengingatkan kepada semua pengguna sotfware aplikasi ini tungu tetap waspada, karena investigasi masih terus berlanjut.

Sumber Berita : ~ Kompas.Tekno ~

http://viralnewsclub.com

BPJS Kesehatan Telat Bayar Klaim, DKI Bingung Cari Dana Talangan

ViralNewsClub.com  Kalimantan – Tony Samosir, ketua umum komunitas pasien cuci darah Indonesia, membuka layar ponsel dan membacakan isinya, “Penggunaan epoetin alfa dan beta serta besi sukrosa pada pasien hemodialisis (cuci darah) diberhentikan guna efisiensi anggaran Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso.”

Rumah sakit itu berada di Pontianak, Kalimantan Barat, dan penghentian subsidi medis itu telah berlaku sejak 27 September 2018.

Tony segera menelepon seseorang di sana, sesama pasien cuci darah bernama Sari. “Masih sampai sekarang, terakhir kemarin audiensi tapi belum ada titik temu,” ujar Sari. “Kami terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menutup biaya obat-obatan.”

Usai menelepon, Tony menghela napas lalu merepet. Langkah rumah sakit di Pontianak itu karena keuangannya tak sanggup lagi menopang pasien BPJS Kesehatan. Klaim mereka yang diajukan belum cair karena problem defisit keuangan BPJS Kesehatan. Sementara operasional rumah sakit harus berjalan, dokter dan perawat harus digaji, dan obat-obatan harus dibayar.

Problem macam itu juga jamak terjadi di rumah sakit-rumah sakit lain yang jadi mitra BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Telat Bayar Klaim, DKI Bingung Cari Dana Talangan

Tony gerun karena problem macam itu tak cuma menimpa pasien cuci darah seperti dirinya, tapi juga pasien kanker di mana BPJS Kesehatan menghentikan obat trastuzumab per 1 April 2018. Trastuzumab adalah obat vital bagi proses penyembuhan banyak pasien kanker payudara.

Juli lalu terbit Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan yang isinya BPJS Kesehatan membatasi pelayanan untuk bayi baru lahir, penyakit katarak, dan rehabilitasi medis.