BPJS Kesehatan Telat Bayar Klaim, DKI Bingung Cari Dana Talangan

ViralNewsClub.com  Kalimantan – Tony Samosir, ketua umum komunitas pasien cuci darah Indonesia, membuka layar ponsel dan membacakan isinya, “Penggunaan epoetin alfa dan beta serta besi sukrosa pada pasien hemodialisis (cuci darah) diberhentikan guna efisiensi anggaran Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso.”

Rumah sakit itu berada di Pontianak, Kalimantan Barat, dan penghentian subsidi medis itu telah berlaku sejak 27 September 2018.

Tony segera menelepon seseorang di sana, sesama pasien cuci darah bernama Sari. “Masih sampai sekarang, terakhir kemarin audiensi tapi belum ada titik temu,” ujar Sari. “Kami terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menutup biaya obat-obatan.”

Usai menelepon, Tony menghela napas lalu merepet. Langkah rumah sakit di Pontianak itu karena keuangannya tak sanggup lagi menopang pasien BPJS Kesehatan. Klaim mereka yang diajukan belum cair karena problem defisit keuangan BPJS Kesehatan. Sementara operasional rumah sakit harus berjalan, dokter dan perawat harus digaji, dan obat-obatan harus dibayar.

Problem macam itu juga jamak terjadi di rumah sakit-rumah sakit lain yang jadi mitra BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan Telat Bayar Klaim, DKI Bingung Cari Dana Talangan

Tony gerun karena problem macam itu tak cuma menimpa pasien cuci darah seperti dirinya, tapi juga pasien kanker di mana BPJS Kesehatan menghentikan obat trastuzumab per 1 April 2018. Trastuzumab adalah obat vital bagi proses penyembuhan banyak pasien kanker payudara.

Juli lalu terbit Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan yang isinya BPJS Kesehatan membatasi pelayanan untuk bayi baru lahir, penyakit katarak, dan rehabilitasi medis.

Share :